Jenis Kerbau

Jenis kerbau yang diuraikan di sini adalah subspesies kerbau sungai saja yang ditampilkan menurut abjad. Nama galur kerbau ini didasarkan pada nama yang diberikan pada Mason (1996). A World Dictionary of Livestock Breeds (Kamus Galur Ternak Dunia), Types and Varieties (Jenis dan Varietas), Edisi Keempat. Wallington, UK. Jumlah populasi kerbau merupakan data populasi tahun 1999-2004 dari berbagai sumber.

Karena naskah sumbernya cukup panjang, agar lebih mudah membacanya, tulisan mengenai jenis kerbau dan cara pemeliharaannya ini akan ditampilkan dalam beberapa tulisan.

1. Kerbau Anatolia
Kerbau Anatolia telah dipelihara di Turki selama ratusan tahun dan dibawa dari India pada abad ketujuh sejalan dengan penyebaran agama Islam.

Jumlah populasi: 110.000 ekor.

Deskripsi: Berwarna hitam, bulu panjang, dengan panjang ekor yang bervariasi dan rambut di ujung ekornya biasanya berwarna putih. Tinggi gumba kerbau jantan dewasa 138 cm, bobot badan 200-500 kg. Tinggi gumba kerbau betina dewasa 138 cm, bobot badan 200-500 kg.

Distribusi: Banyak terdapat di kawasan Laut Hitam, sebelah utara Anatolia Tengah, Thrace, Hatay, Mus, Kars, Dyarbakir, Afyon, dan Sivas.

Pemeliharaan: Di peternakan kerbau perah, perkandangan berbeda antar daerah. Kalau padang penggembalaan tersedia, tiga hingga lima ekor kerbau yang dimiliki keluarga petani dibawa ke padang penggembalaan dan dibiarkan merumput bersama kerbau-kerbau milik penduduk desa lainnya. Perkawinan dan kelahiran terjadi di padang rumput.

Biasanya di lantai bawah setiap rumah terdapat kandang tempat kerbau berlindung di musim dingin. Kandang ini tidak berjendela dan pintunya ditutup rapat. Kerbau muda tidak pernah dibawa keluar pada musim dingin karena cuaca yang sangat dingin.

Kerbau disembelih bersama dengan sapi. Pemerahan susu dilakukan dengan tangan kecuali di dua pusat penelitian yang sudah ada. Bobot rata-rata kerbau saat disembelih 300-350 kg setelah berumur 18-20 bulan. Hasil karkas kerbau Anatolia 53-55 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata 400 g/hari.

Kinerja susu:
Lama laktasi 220-270 hari
Hasil susu 700-1000 kg
Lemak susu 6,6-8,1 persen
Protein susu 4,2-4,6 persen

Produk: keju agak keras yang dinamakan “peyaz peyneri” terbuat dari susu kerbau. Ayran adalah minuman campuran air dengan yoghurt kerbau. Kerbau dipelihara untuk diperah susunya sebagai sumber pendapatan yang tidak memerlukan biaya di daerah yang memiliki sumber pakan alami. Harga susu kerbau sedikit lebih mahal dibandingkan dengan harga susu sapi. Daging yang dihasilkan semuanya dijadikan sosis. Harga daging kerbau 10 persen lebih murah daripada harga daging sapi.
Sumber: Sekerden dkk., 1996a-b; Sekerden dkk., 2000, Borghese, 2005.

2. Kerbau Azeri atau Kerbau Kaukasia
Kerbau ini berasal dari lembah Indus (kerbau India). Kerbau ini sudah dipelihara di Lorestan (Iran) pada abad 9 SM terbukti dengan ditemukannya enam ukiran kepala kerbau pada tongkat perunggu dari masa ini.

Jumlah populasi: 600.000 ekor.

Deskripsi: Berwarna hitam, tanduk pendek mengarah ke belakang. Tinggi gumba kerbau jantan dewasa 137 cm, dan berat badan 400-600 kg. Tinggi gumba kerbau betina dewasa 133 cm, dan berat badan 400-600 kg.

Distribusi: Di Iran, kerbau Azeri atau kerbau Kaukasia terdapat di Azerbaijan Barat, Azerbaijan Timur dan daerah Laut Kaspia. Kerbau ini terdapat di semua daerah di Azerbaijan. Di Georgia dan Armenia, kerbau ini banyak terdapat sampai tahun 1940, tapi setelah itu populasinya jauh berkurang.

Pemeliharaan: Perkandangan berbeda antar daerah. Kerbau Azeri biasanya dilepas bebas pada musim panas dan dipaut pada musim dingin. Di sebagian daerah, kerbau betina yang sedang laktasi dipaut sepanjang tahun. Bobot rata-rata saat kerbau disembelih 300 kg setelah berumur 15 bulan. Hasil karkasnya 50 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata 420 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 200-220 hari.
Produksi susu 200-1300 kg.
Lemak susu 6,6 persen.

Produk: Susu, yoghurt, krim segar, keju segar, mentega, es krim, puding nasi, yoghurt kocok, dadih kering, dan minyak samin. Di Iran, harga susu kerbau dua kali lebih tinggi daripada harga susu sapi. Kulit kerbau digunakan di industri kulit. Tahi kerbau digunakan untuk bahan bakar di daerah pedesaan.
Sumber: Latifova, 2000; Turabov, 1991; Turabov, 1997a-b; Naderfard dan Qanemi, 1997; Marmarian, 2000; Qanemi 1998; Borghese, 2005.

3. Kerbau Bangladesh
Jumlah populasi: 5000 ekor.

Deskripsi: Berwarna hitam, bercak putih di kening dan rambut di ujung ekor pada sebagian kerbau Bangladesh. Tanduk berpilin dan pendek. Kerbau Bangladesh yang termasuk jenis kerbau sungai terdapat di daerah Barat Daya Bangladesh. Di daerah-daerah lainnya di negara ini terdapat kerbau rawa atau persilangan dari trah kerbau eksotis, yaitu kerbau Nili-Ravi dan kerbau Murrah.
Sumber: Faruque, 2000.

4. Kerbau Bhadawar
Kerbau Bhadawar merupakan trah kerbau lokal yang lebih baik. Kerbau ini hasil seleksi dari berbagai trah kerbau India. Kerbau Bhadawar dianggap sebagai trah kerbau terbaik di negara bagian Uttar Pradesh.

Jumlah populasi: 30.000 ekor.

Deskripsi: Bulu berwarna coklat kemerahan, jarang, dan berwarna hitam di pangkalnya dan coklat kemerahan di ujungnya. Kadang-kadang bulunya coklat sempurna. Di lehernya terdapat lingkaran berwarna putih yang khas. Rambut di ujung ekor berwarna putih atau hitam-putih. Tanduknya pendek dan tumbuh ke belakang. Tinggi gumba kerbau jantan dewasa 128 cm, dan bobot badan 475 kg. Tinggi gumba kerbau betina dewasa 124 cm, dan berat badan 425 kg.

Distribusi: Kerbau Bhadawar banyak dipelihara di distrik Agra dan Etawa di negara bagian Uttar Pradesh dan di distrik Bhind dan Morena di negara bagian Madhya Pradesh.

Pemeliharaan: Kerbau biasanya dipelihara bersama dengan anaknya. Kerbau ini diperah susunya dua kali sehari. Kerbau Bhadawar diberi berbagai pakan berserat (jerami barley dan gandum, batang jagung, dan ampas tebu). Selain itu, kerbau Bhadawar juga diberi campuran konsentrat. Kalau ada padang rumput, kerbau ini dibiarkan merumput sepanjang hari. Kerbau jenis ini kawin secara alami. Sebagian peternak ada juga yang melakukan perkawinan buatan.

Karakteristik kinerja kerbau Bhadawari sebagaimana tercatat di Lembaga Penelitian Padang Rumput dan Pakan Hijauan India (Indian Grassland
and Fodder Research Institute, IGFRI), Pusat Penelitian Kerbau Jhansi (Jhansi Centre of the Network Project on Buffalo) adalah sebagai berikut (Sethi, 2003):
Bobot badan rata-rata 385,5 kg.
Umur beranak pertama 48,6±0,58 bulan.
Produksi susu pada masa laktasi pertama 305 hari atau kurang 711±25 kg.
Produksi susu pada seluruh masa laktasi 305 hari atau kurang 812±23 kg.
Total produksi susu pada seluruh masa laktasi 781±29 kg.
Lama seluruh masa laktasi 272±4 hari.
Kadar lemak rata-rata 7,2±0,4 sampai 13 persen.
Masa kering rata-rata 297±24 hari.
Masa kawin 179±10 hari.
Jarak beranak 478±11 hari.
Tingkat kematian anak rata-rata (umur 0-3 bulan) 12,15 persen.
Sumber: Alexiev, 1998; FAO, 2003; Sethi, 2003.

5. Kerbau Murrah Bulgaria
Dari tahun 1962 sampai 1990, kerbau Murrah dari India diekspor ke Bulgaria, dan populasi kerbau baru dihasilkan dengan meningkatkan kinerja kerbau lokal.

Jumlah populasi: 14.000 ekor.
Populasi kerbau di Bulgaria jauh berkurang sejak Perang Dunia Kedua sejalan dengan masuknya sapi Holstein dan terjadinya mekanisasi pertanian. Selanjutnya, setelah tahun 1989, swastanisasi menyebabkan koperasi peternakan kerbau gulung tikar. Sektor peternakan swasta terdiri dari usaha-usaha peternakan kecil yang menyulitkan usaha seleksi dan pencatatan ternak kerbau.

Deskripsi: Kerbau Murrah Bulgaria berwarna hitam atau hitam-coklat atau kelabu tua. Bobot badan kerbau jantan dewasa 700 kg. Berat badan kerbau betina dewasa 600 kg.

Distribusi: Seluruh Bulgaria, Rumania dan Amerika Selatan.

Pemeliharaan: Kerbau biasanya dipelihara bersama anaknya. Kerbau Murrah Bulgaria diperah susunya dua kali sehari. Sebagian peternak sekarang sudah menggunakan mesin pemerah susu. Selama musim dingin, kerbau ini ditempatkan di kandang dan diberi pakan berbagai jenis pakan berserat: jerami barley dan gandum dan batang jagung. Selain itu, kerbau ini juga diberi campuran konsentrat, yang kadang-kadang dicampur dengan bubur ubi bit.

Selama musim panas, Kerbau Murrah Bulgaria merumput sepanjang hari di rawa-rawa, dan kerbau kembali ke kandangnya pada malam hari. Kerbau ini umumnya kawin secara alami. Sebagian peternak juga melakukan perkawinan buatan. Di peternakan kerbau milik negara (200-400 kerbau), kerbau dipelihara menurut kondisinya: kerbau dara, kerbau laktasi, kerbau bunting, dan kerbau tak laktasi. Kerbau yang sedang laktasi ditempatkan di kandang tertutup dan dipaut.

Selama musim dingin, kerbau ini dibiarkan keluar beberapa jam di dalam kandang terbuka, dan di musim panas kerbau ini dibiarkan merumput. Kerbau ini selalu diberi campuran konsentrat di samping pemberian pakan berserat. Perkawinan buatan dilakukan pada semua kerbau.

Bobot rata-rata saat disembelih 400 kg setelah berumur 16 bulan. Hasil karkas kerbau ini 50,4 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata 750 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 270-305 hari.
Produksi susu 1800 kg.
Kadar lemak susu 7,04 persen.

6. Kerbau Mesir
Kerbau dibawa ke Mesir dari India, Iran dan Irak sekitar pertengahan abad ke-7. Perbedaan di antara berbagai jenis kerbau Mesir hanya terletak pada lingkungannya. Kerbau merupakan hewan ternak paling penting dan paling terkenal untuk produksi susu di Mesir.

Jumlah populasi: 3.717.000

Gambaran: Kulit berwarna kelabu kehitaman, bentuk tanduk bervariasi mulai dari tanduk berbentuk huruf U sampai tanduk yang berbentuk pedang. Kepala kerbau Mesir panjang dan sempit, dan rahangnya panjang dan kokoh. Telinga kerbau ini panjang dan terkulai. Leher kerbau jenis ini cukup panjang, tipis dan lurus. Kaki depan kerbau Mesir agak pendek dan bertulang besar. Tulang-tulang iga kerbau ini lebar, dalam dan mengembang. Bagian pantatnya melereng dan posisi ekornya rendah. Tinggi gumba pada kerbau Mesir jantan 178 cm, dan bobot badannya 600 kg. Tinggi gumba kerbau Mesir betina 144 cm, dan berat badannya 500 kg.

Persebaran: Di seluruh Mesir, terutama di kawasan pinggiran kota dan delta sungai Nil.

Pemeliharaan: Petani menyimpan kotoran kerbau yang sudah kering di dalam kandang kerbau. Kotoran kerbau yang sudah kering ini diambil dua kali setahun dan ditaburkan di ladang sebelum musim tanam. Kerbau Mesir disembelih hanya di rumah potong hewan, sesuai dengan ketentuan Islam, yaitu dengan memotong urat nadi lehernya.

Pemerahan susu kerbau Mesir dilakukan dengan tangan, dua kali sehari, umumnya dilakukan para wanita. Rata-rata berat badan saat penyembelihan 500 kg setelah berumur 18-24 bulan. Karkas kerbau Mesir 51 persen. Tingkat pertumbuhan keseluruhan 700 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 210-280 hari.
Produksi susu 1.200-2.100 kg.
Lemak susu 6,5-7,0 persen.
Produk: Keju berikut dibuat dengan tambahan susu sapi: Domiati, Karish, Mish, Rahss.
Sumber: El Kirabi, 1995; Nigm, 1996; Ragab dan Abdel Salam, 1963; Mokhtar, 1971; Askar dkk., 1973; Borghese, 2005.

7. Kerbau Jafarabad
Trah kerbau Jafarabad diperkirakan sudah ada di Gujarat (India) pada tahun 1938.

Jumlah populasi: 600.000.

Gambaran: Kulit kerbau Jafarabad berwarna hitam. Badannya besar bulat dan panjang. Kerbau Jafarabad bertanduk panjang, berat dan lebar dan tanduk ini kadang-kadang menutupi matanya. Tinggi gumba kerbau Jafarabad jantan dewasa 142 cm, dan bobot badannya berkisar 600 hingga 1.500 kg. Tinggi gumba kerbau Jafarabad betina dewasa 140 cm, dan berat badannya sekitar 550 kg, bahkan sebagian kerbau Jafarabad betina bisa mencapai bobot 700-800 kg.

Persebaran: Kerbau Jafarabad merupakan salah satu trah kerbau terpenting di Gujarat. Trah kerbau ini umumnya terdapat di antara sungai Mahi dan Sabarmati di Gujarat utara. Sebagian kerbau Jafarabad telah diekspor ke Brazil.

Pemeliharaan: Kerbau Jafarabad biasanya dipelihara bersama dengan anaknya. Kerbau ini diperah susunya dengan tangan dua kali sehari. Kerbau jenis ini diberi berbagai macam pakan berserat seperti jerami barley dan gandum, batang jagung, dan ampas tebu. Selain itu, kerbau Jafarabad diberi pakan berupa campuran konsentrat. Kalau padang penggembalaan tersedia, kerbau Jafarabad merumput sepanjang hari. Kerbau Jafarabad kawin secara alami. Namun demikian, sebagian peternak juga melakukan inseminasi buatan.

Kinerja susu:
Masa laktasi 350 hari.
Produksi susu 1.800-2.700 kg.
Lemak susu 8,5 persen.
Karakteristik kinerja trah kerbau Jafarabad sebagaimana yang dilestarikan di Junagarh Centre (India) of the Network Project on Buffalo diberikan di bawah ini (Sethi, 2003):
Berat badan rata-rata 529±13 kg.
Usia beranak pertama 1.925±196 hari.
Produksi susu pada masa laktasi pertama 305 hari atau kurang 1.642±283 kg.
Produksi susu total pada laktasi pertama 1.642±283 kg.
Produksi susu pada seluruh masa laktasi 305 hari atau kurang 1.950±79 kg.
Produksi susu total pada seluruh masa laktasi 2.097±110 kg.
Lama seluruh masa laktasi 320,1±11,6 hari.
Kandungan lemak rata-rata 7,7±1,0 persen.
Masa kering rata-rata 159,8±10,9 hari.
Masa kawin 161,5±14,0 hari.
Jarak beranak 509,8±20,1 hari.
Jumlah perkawinan per kebuntingan 1,4±0,1.
Tingkat kematian anak rata-rata (umur 0-3 bulan) 10,75 persen.
Sumber: Alexiev, 1998; Trivedi, 2000; Sethi, 2003.

8. Kerbau Jerangi
Gambaran: Kerbau Jerangi berwarna hitam, dan tanduknya mengarah ke belakang. Kerbau Jerangi tergolong kerbau kecil.

Persebaran: Kerbau Jerangi banyak ditemukan di kawasan perbatasan Orissa dan Andhra Pradesh.

Pemeliharaan: Kerbau Jerangi biasanya dipelihara bersama dengan anaknya. Kalau padang rumput tersedia, kerbau Jerangi merumput sepanjang hari. Kerbau Jerangi kawin secara alami. Kerbau ini merupakan kerbau pekerja dan berjalan cepat.
Sumber: Cockrill, 1974; FAO, 2003.

9. Kerbau Kuhzestan atau Kerbau Irak
Jumlah populasi: 200.000.

Gambaran: Kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak bertanduk pendek dan tumbuh ke atas membentuk cincin di ujungnya. Berdasarkan ukuran badannya, besar kemungkinan kerbau Irak merupakan galur kerbau terbesar di dunia. Tinggi gumba kerbau Kuhzestan jantan dewasa 148 cm, dan berat badannya 800 kg. Tinggi gumba kerbau Kuhzestan betina dewasa 141 cm, dan berat badannya 600 kg.

Persebaran: Di Iran, galur kerbau ini terdapat di Kuhzestan dan Lorestan. Di Irak, kerbau ini banyak ditemukan di daerah Selatan, di kawasan pinggir kota Baghdad dan Mosul.

Pemeliharaan: Kerbau dipelihara di alam terbuka sepanjang tahun. Kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak ini dipelihara di kandang terbuka yang terbuat dari tumbuhan setempat (buluh, semak, daun kurma) dengan tembok di satu sisi dan tiga sisi terbuka. Kerbau ini diberi makan dengan tangan pada saat diperah, pada pagi hari dan sore hari, dengan pakan hijauan yang tersedia.

Kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak ini juga diberi pakan berbagai macam limbah seperti ampas tebu, buluh dari rawa-rawa, dan limbah rumah tangga. Kerbau yang berendam di kolam dan sungai juga diberi pakan tumbuhan air.

Susu kerbau ini umumnya diperah menggunakan tangan, dan hanya sedikit peternak yang menggunakan mesin perah. Tidak ada pabrik pengolah susu. Kerbau jantan sangat berbahaya, kuat dan sulit dikendalikan serta selalu agresif terhadap manusia. Kerbau yang akan dijadikan kerbau pekerja biasanya dikebiri. Kerbau betina sangat peka terhadap orang yang tidak dikenal dan produksi susunya berkurang kalau diperah orang yang tidak dikenalnya. Kerbau betina umumnya juga tidak jinak.

Bobot rata-rata saat disembelih 400 kg pada usia 12 bulan. Produksi karkas kerbau ini 50 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak ini 580 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 200-270 hari.
Produksi susu 1.300-1.400 kg.
Kadar lemak susu 6,6 persen.
Produk: Susu, yoghurt, krim segar, keju segar, dan mentega.
Sumber: National Buffalo Project, 1988; Magid, 1996; Saadat, 1997; Borghese, 2005.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
Bianca Moioli dan Antonio Borghese
Instituto Sperimentale per la Zootecnia
(Lembaga Penelitian Produksi Ternak)
Via Salaria 31, 00016 Monterotondo (Rome), Italy
ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/010/ah847e/ah847e01.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>