Pemerahan Susu 212 Ekor Kambing Ettawa Di Sumut Pecahkan Rekor Muri

muri

MEDAN (Berita): Sebanyak 212 orang kebanyakan kaum ibu yang memerah susu kambing ettawa 212 ekor secara serentak di dua kabupaten di Sumut yakni Deliserdang dan Serdang Bedagai Kamis (22/12) siang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Kegiatan pemerahan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Sumut-Aceh itu serangkaian acara “Bazar Intermediasi Peternakan Ruminansia dan Perbankan Sumatera Utara tahun 2011? yang berlangsung sejak Rabu (21/12) dan ditutup Kamis (22/12) sore di Lapangan Benteng Medan. Peternak yang diperah susu kambingnya merupakan peternak klaster binaan BI Social Responsibility (BISR).

Penghargaan Rekor Muri itu diserahkan Deputy Manager Muri Damian Awan Rahargo kepada Pemimpin BI Regional Sumut-Aceh Nasser Atorf dan Efendi, salah seorang peternak di Nagatimbul, Deliserdang Kamis (22/12) sore di Lapangan Benteng Medan.

Peneliti ekonomi muda senior BI Regional Sumut-Aceh Indra Kuspriyadi didampingi Humas H Samsir Alam mengatakan pemerahan susu 212 ekor kambing tersebut terdapat di empat lokasi yakni Nagatimbul 102 ekor, tembung 30 ekor, Pancurbatu 30 ekor dan Perbaungan 50 ekor.

Indra bersama Deputy Manager Muri Awan Rahargo menyaksikan langsung sebagian besar kaum ibu memerah susu kambing di Nagatimbul, lokasi peternakan Effendi. Kambing-kambing disusun dua baris masing-masing 51 ekor satu baris dan diberi nomor.

Kaum ibu yang datang sudah membawa nomor, kambing mana yang mau diperah. Setelah Effendi memberi aba-aba, mereka pun mulai memerah dan tidak sampai semenit sudah masuk susu asli kambing ke dalam satu cup kecil. Mereka tidak mengalami masalah dalam memerah susu tersebut. Tidak ada kambing yang binal di sana.

Effendi, peternak itu menuturkan, secara psikologis pemerahan yang dilakukan kaum perempuan lebih berhasil dibanding pria. Sebab perempuan yang merupakan kaum ibu itu lebih mampu menjaga stabilitas emosinya sehingga terkesan pelan-pelan memerah, lebih hati-hati dan penuh perasaan. Dengan kondisi itu, kambing tidak cepat stres.

Dalam kesehariannya, Effendi memang beternak kambing ettawa untuk fokus mengambil susunya. Jadi jika kambing itu beranak maka anaknya diasing dari ibunya. Anak kambing diberi susu dari luar dan induk kambing tadi diperah susunya yang dijual Rp50.000 per liter. Kambing Effendi ada 200-an ekor yang minimal 100 ekor diperah susunya.

“Saya mulai beternak kambing sejak tahun 1998 setelah anak saya sesak nafas dan diharuskan minum susu kambing,” katanya, seraya menyebut susu kambing itu boleh langsung diminum tanpa dimasak.

Melihat banyaknya perempuan yang memerah susu bertepatan dengan Hari Ibu, 22 Desember 2011, Awan Rahargo, pejabat Muri itupun terkagum-kagum. “Kami memberikan rekor Muri dari segi kuantitas atau terbanyak bukan kualitas. Pemecahan rekor Muri ini termasuk dalam kategori Superlatif. Ada tiga ciri yang ditentukan dalam memecahkan rekor MURI yaitu unik,langka dan superlatif,” katanya.

Dia menjelaskan, Muri tidak melihat bagaimana kualitas dan teknik memerah susu, tapi yang dilihat banyaknya orang memerah susu secara serentak. Untuk memerah susu kambing terbanyak belum pernah ada di Indonesia, baru inilah di Deliserdang dan Sergai yang diselenggarakan BI Sumut-Aceh.

“Yang pernah ada mendapat rekor Muri, ibu menyusui terbanyak mencapai 500-an orang di Bandung,” ujarnya.

Awan menambahkan Muri beroperasi sudah 21 tahun dalam memberikan penghargaan atas berbagai prestasi kepada lebih 51.200 pemecah rekor di Indonesia. Lembaga nirlaba ini dulunya satu atap dengan jamu Jago milik Jaya Suprana. Namun sekarang dipisah menjadi Institut Prestasi Nusantara, di antaranya terbanyak mengelola rekor Muri.

Menurut Awan, Muri berdiri atas keprihatinan Jaya Suprana ketika itu tidak ada penghargaan terhadap prestasi anak bangsa. Ini mirip penghargaan rekor Guiness of Record, namun Muri tidak berapliasi ke sana, murni berdiri sendiri.

Pemimpin Indonesia Regional Sumut-Aceh Nasser Atorf pada penutupan bazar di Lapangan Benteng Medan menyebutkan prestasi Muri kepada peternak yang digagas BI ini diharapkan dapat mendorong para peternak untuk meningkatkan budidaya ternaknya.

“Kami mengharapkan perbankan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor peternakan ruminansia sehingga peternak tidak ragu untuk mengirimkan proposalnya ke bank,” katanya.

Nasser menyebutkan pada pembukaan bazar Rabu (21/12), telah dilakukan penandatangan akad kredit skema kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) total mencapai Rp15 miliar kepada sembilan kelompok petani dan peternak di Deliserdang, Serdang Bedagai, Langkat, Simalungun, Padanglawas dan Asahan. Perbankan yang menyalurkannya yakni Bank Sumut dan BRI.

“Kami harapkan tahun depan semakin banyak proses intermediasi perbankan kepada sektor peternakan,” katanya.

Selain itu, di acara bazar itu juga berlangsung table top atau business gathering diikuti tujuh bank, puluhan peternak dan pengusaha mikro kecil menengah (UMKM). “Semoga deal-deal bisnis yang terjadi semakin memperceoat realisasi kredit di waktu mendatang,” jelasnya.

Acara lainnya, gerakan minum susu diikuti 500 siswa SMA dan SMP di Medan. bazar daging murah Rp40.000 per kg dan jeroan Rp10.000 per kg. Transaksi perdagangan   di 40 stand terdiri dari perbankan, akademisi dan peternak juga lancar. Serangkaian Visit Medan Year 2012, para tamu dari Jakarta juga ada kunjungan wisata (cuty tour) ke rumah Tjong A Fie yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan. (wie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>